Kamis, 13 Agustus 2015

Pemerintah Purwakarta Larang Peredaran Warnet Game Online dan Rental Playstation!

Dunia game kembali dikejutkan mengenai para gamers. Kali ini Jawa Barat yaitu Purwakarta. Dalam sebuah postingan foto yang di bagikan oleh salah satu Fanspage Payment Indonesia, terdapat surat yang menyatakan bahwa pihak pemerintah kabupaten Purwakarta akan melarang para pengusaha Game Online dan Playstation beredar di wilayahnya.




Para Netizen yang mengetahui hal tersebut langsung mengecam keras keputusan pemerintah. Salah satu Netizen mengatakan buat peraturan seperti itu memang Bupati mau kasih Pesangon untuk para pengusaha Warnet?  Pikir - Pikirlah Ini tahun 2015 bukan zaman batu gimana Indonesia mau Maju kalau warnet saja di larang. Demo saja ke kantornya bakar sekalian kalau perlu.

Ini bukanlah kali pertama dilakukan aksi tersebut. Pada tahun 2013 lalu, Dedi Mulyadi selaku Bupati Purwakarta pernah melakukan pelarangan yang sama. Waktu itu, Bupati Purwakarta beralasan jika keputusan untuk menutup warnet game online dan rental Playstation demi menghilangkan dampak negatif dari kecanduan game dan hiburan sejenisnya.

Tidak selamanya dunia game dicap negatif oleh setiap orang. Orang awam menganggap game  membawa dampak negatif bagi para penggemarnya. Padahal game online membawa dampak positif seperti meningkatkan kosentrasi, meningkatkan kemampuan berbahasa inggris, dan meningkatkan pengetahuan tentang komputer.

Sekarang ini game sudah mulai merambah dalam cabang dunia olahraga. Jika kalian tekun dan serius di dunia game Online, kalian bisa menjadi atlit game profesional seperti Suma1l, Dandi, dan lain - lain. Di Indonesia sudah ada Asosiasi resmi yang mewadahi para gamers Indonesia untuk berkembang dan menjadi atlit game profesional bernama IeSPA. bagi para gamers yang bercita - cita ingin menjadi atlet game profesional, jangan ragu dan tetap semangat.

Menjamurnya warung internet atau Warnet saat ini sudah mencapai 3 ribu warung, disertai 700 titik hotspot atau jaringan internet nirkabel. Menjamurnya warung internet tanpa dibimbingi dengan regulasi berdampak pada penyalahgunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi.

Belum ada peraturan yang melarang adanaya internet hanya diperuntukan untuk orang dewasa. Anak bawah umur juga bebas mengkses internet tanpa diawasi oleh pengelola warung internet dan penyedia jaringan internet nirkabel hanya beroerientasi pada keuntungan tanpa melakukan pengawasan terhadap pelanggan. Warnet saat ini memiliki bilik, gelap dan seperti itu modelnya. Pelanggannya anak - anak. Akan berdampak negatif jika bersebelahan dengan sekolah atau sejenisnya.

Aturan tertulis mengenai warung internet ada dalam izin usaha dan izin tempat usaha yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Regulasi dibutuhkan untuk mencegah penyalahgunaan internet. Banyak anak ditemukan mengakses situs porno dan bolos di sekolah dan memilih ke warung internet. Ini perlu dicegah dengan cara menerbitkan regulasi.

Senin, 03 Agustus 2015

Setelah Munculnya Kasus Penggunaan Doping di Kalangan Gamers Profesional, ESL Perkuat Aturan!

Sebuah Pengakuan mengejutkan datang dari salah satu gamer profesional bernama Kory Friesen dalam beberapa waktu yang lalu. Dalam pengakuannya tersebut, ia menyatakan saat berkompetisi di turnamen eSport, ia menggunakan obat amphetamine guna meningkatkan ketepatan dan kecepatan saat bermain game.



Selaku organisasi e -Sport terbesar di Dunia Electronic Sporting League (ESL) tidak akan tinggal diam. Demi mencegah dan memberantas narkoba di kalangan para gamers profesional, ESL memutuskan untuk bekerjasama dengan salah satu organisasi bernama NADA (Nationale Anti Doping Agentur).  Kedua organisasi ini akan melaksanakan penelitian dan membuat kebijakan baru mengenai anti narkoba kepada setiap peserta. Akan memperketat peraturan dengan mengadakan test doping dan narkoba ke setiap peserta.

Menanggapi masalah doping di kalangan atlet eSports maka Electronic Sporting League (ESL) akan melakukan perubahan kebijakan dan aturan.

Obat yang terlarang tersebut bisa meningkatkan ketepatan dan kecepatan reaksinya dalam bermain. Merebaknya berita ini ESL yang merupakan salah satu organisasi eSports akan meninjau kembali peraturan dan menerapkan sanksi terkait masalah doping ini.

Aturan melarang seorang pemain berpartisipasi dalam turnamen dalam pengaruh obat tapi harus dapat mencocokkan dengan kejadian secara langsung. Hukuman yang dikenakan pada Friesen, akan dipertimbangkan kembali. Contoh yang pernah terjadi adalah mendapati pemain yang sedang mabuk dan tidak pernah menghukum siapa pun.

Hal yang menjadi pertimbangan mengenai rumor tersebut yaitu, pertama, Friesen adalah mantan pemain Cloud9. Dia tidak terlibat di tim Cloud9 lagi, baik aktif maupun pasif dan dikeluarkan dari tim karena kinerja yang buruk.

Selama ini event ESL One Katowice, tidak pernah lagi melakukan tes dalam bentuk apapun. Kejadian tersebut telah terjadi 4 bulan yang lalu, untuk menentukan apakah di event kemarin menggunakan obat doping atau tidak. Dan tidak mengetahui apakah mengatakan kebenaran, atau hanya marah dikeluarkan dari tim dan mencoba untuk mengganggu mereka.

Layaknya di olahraga tradisional dimana aturan ketat penggunaan obat diberlakukan bagi atlit yang bertanding, tes pengujian dilakukan sebelum dan sesudah bertanding. Dengan adanya insiden ini telah mempercepat rencana ESL untuk merubah kebijakan dan pedoman baru untuk aturan turnamen tentang sanksi menggunakan zat terlarang.

Berharap kejadian ini dapat dicegah di kemudian hari, hingga tidak menimbulkan kerugian bagi para atlit eSports yang menjunjung sportifitas bertanding. Untuk tetap melindungi integritas olahraga eSports, peraturan tentang larangan pemakaian doping dan sanksi yang dijatuhkan layak menjadi perhatian utama para badan olahraga elektronik dan penyelenggara turnamen.

Dengan adanya kasus ini, semoga saja pihak terkait dapat terus mengawasi penggunaan obat terlarang demi terciptanya sportifitas yang baik di antara para tim dan juga gamers profesional.